cerita panas

Antara 13 vs 31

Namaku Erlan umur 42 tahun, istriku bernama Leni umur 31 tahun tinggi 160 cm berat 58 kg. Aku telah mempunyai anak satu orang putra umur 13 tahun dan putri 8 tahun.Kehidupan rumah tanggaku baikbaik saja tanpa ada halhal yang membuat kami berselisih faham. Cuma ada sedikit keanehan dalam diri istriku. Ada perubahan sikap dalam beberapa hari belakangan ini. Baik dalam berbicara maupun dalam perilaku seharihari. Kalau biasanya paling bawel dan rada emosi kalau ada masalah yang membuatnya tidak senang.

Tetapi sekarang sedikit agak diam , lembut dan bawaan tenang. Aku sebenarnya ingin mengetahui apa sebab yang terjadi, tetapi aku kurang ingin tahu lebih banyak masalah keadaanya. Hal itu aku biarkan dan seolah tidak terjadi apaapa. Suatu ketika aku melihat anaku yang paling besar pulang dari sekolah. Anakku yang besar sudah SMP kelas 1 di sekolah negeri. Anaku pulang bersama temannya dari sekolah, kulihat badannya sama tinggi dengan anakku kirakira 158 cm dan perawakan tubuhnya agak berisi dibanding anakku, kirakira berat badannya 4850 kg. Kulit anak tersebut sawo matang namun bersih.

Sepertinya anak tersebut adalah kawan akrab anakku. Dan baru kuketahui anak tersebut bernama Dedi dan sudah sering main ke rumah ketika aku sedang bekerja. Dan kalau aku lagi dinas keluar kota atau ada pelatihan ke luar kota, anakku sering mengajaknya tidur di rumah. Bedanya si Dedi anaknya ramah, supel, mudah bergaul dan pandai mengambil hati orang dan lebih dewasa dan mandiri. Lain dengan anaku, sikapnya cuek, belum dewasa, belum bisa mandiri, kurang bergaul dengan temantemanya, dan tidak dapat mengambil hari orang.

Sehingga kalau Dedi main ke rumah atau tidur di rumahku, seperti gak ada apaapa dan seolah masa bodoh. Mungkin Dedi tau sikap anak lelakiku dan tau kalau ada sedikit kekurangan atau juga tidak suka mengganggu orang lain jadi Dedi senang bermain dengan anakku. Dengan sikap Dedi tersebut membuat istriku Leni simpatik, apalagi Dedi sering membantu dirumah entah itu menyapu halaman, membersihkan kamar anak lelakiku bahkan belajar bersama dan mengajari anak perempuanku belajar.

Karena sikapnya itu Dedi seolah sudah dianggap istriku sebagai anaknya sendiri. Bukan hanya itu, karena sikap kedewasaanya membuat istriku seolah ada tempat curhat mengenai sikap anak lelakiku. Dan kalau aku perhatikan malah si Dedi justru lebih sering dekat dengan istriku ketimbang anak lelakiku, entah itu duduk atau nonton TV, makan, bahkan istriku masak, Dedi selalu ada di dekatnya.

Hal itu membuat istriku semakin simpatik pada Dedi dan senang sekali dibuatnya. Dari pengamatanku itu, aku seperti melihat keanehan dalam diri Dedi. Sepertinya ada sesuatu yang ia inginkan atau yang rencanakan. Tetapi apa ? aku tidak dapat mengetahuinya. Malah persahabatannya dengan anaku, sepertinya biasabiasa saja tidak ada yang istimewa, malah dengan istriku Dedi seolah menemukan teman wanita yang dianggapnya istimewa atau paling spesial.

Dari keanehankeanehan itu membuatku menjadi penasaran ada apa dibalik kebaikan Dedi selama ini? Maka untuk mengungkap perilaku Dedi, aku mempunyai rencana sendiri untuk dijalankan. Dan rencana itu adalah aku berpurapura akan keluar kota bersama teman selama satu hari. Dengan dali itu aku ingin mengetahui apa yang terjadi. Keesokan harinya ketika anakanakku berangkat ke sekolah, sedangkan aku masih di rumah dengan rencana telah disiapkan. Kubilang pada istriku.

Mi kalau mau ke pasar, pergi saja dan bawa kunci. Nanti aku bawa kunci serep
Perginya jam berapa Pi? tanya istriku
Bentar lagi, kirakira jam 7 jawabku.
Oh iyalah kalau begitu aku ke pasar dulu ya Pi sahut istriku.
Ya jawabku yang lagi di kamar mandi.

Setelah istriku pergi, aku telah menyiapkan keperluan seperti sarung, baju trening, racun nyamuk, makanan ringan buat persiapan. Sebab aku bukanya ke luar kota, tetapi bersembunyi di atas loteng rumahku sebagai tempat pengintaianku. Di atas loteng aku tiduran, karena sudah aku persiapan terlebih dahulu untuk mengintai dan tak lama kudengar pintu rumah dibuka, dan rupanya istriku telah pulang dari pasar.

Kirakira pukul 12.30 siang, anakanakku sudah pulang dari sekolah. Dan samarsamar kudengar ada suara yang sudah hafal di telingaku yaitu suara Dedi. Ternyata Dedi datang lagi ke rumahku. Setelah makan siang anakanakku disuruh belajar siang setelah usai makan siang, karena kalau malam jam 22.00 wib sudah wajib tidur. Setelah belajar siang kurang lebih satu jam setengah, anakanaku wajib tidur siang. Dalam pengintaianku di atas loteng, kulihat Dedi yang tidak tidur siang.

Memang perumahan di mana tempatku tinggal kalau siang agak sepi, sehingga suasana lingkungan menjadi tenang. Dari atas loteng di mana plafon rumahku telah aku lobangi sebesar uang seratus rupiah. Ada juga plafon rumah rusak karena bocor oleh hujan sehingga tidak perlu aku lobangi. Kulihat Dedi duduk di sofa ruang tamu sendirian sambil membaca buku pelajaran sekolahnya.Selang beberapa menit aku melihat istriku datang dan duduk di dekat Dedi lalu berbicara.

Lagi baca apa Ded ?
Ini Bu, Dedi lagi belajar pelajaran Biologi, minggu depan kata Bapak guru ada ulangan harian, jadinya Dedi mesti menghafal tentang tumbuhtumbuhan, sifatnya dan lainnya.
Ded, Rio sudah kamu kasih tau kalau ada ulangan minggu depan? tanya Istriku.
Sudah Bu jawab Dedi,
makanya Dedi ngajak Rio belajar bersama, karena Dedi perhatikan Rio susah sekali memahi hampir semua mata pelajaran Bu. Karena Rio sudah Dedi anggap sebagai saudara, jadi Dedi kasihan saja takut nanti Rio tidak dapat naik kelas. Jelas Dedi sembari tetap fokus akan buku pelajaran yang ia bacaTak lama kulihat istriku terdiam.

Tampak matanya sedikit memerah dan tak lama butirbutir air menetes di kedua pipinya. Istriku kulitnya putih agak kuning langsat, tinggi kurang lebih 160 cm, berat 58 kg. Rambut ikal dan hitam sebahu, hidung mancung, mata bulat, dan bibir sedikit tipis. Wajah cantik meski usia sudah berkepala empat. Bentuk payudaranya 36B dan pinggul bulat dan besar dengan ukuran celana 34. Dedi terkejut melihat istriku sesegukan, istriku menangis.

Bu, ada apa? suara Dedi lembut bertanya kenapa Ibu menangis?Lalu istriku menjawab
Ded, Ibu minta tolong kepada kamu
Ya Bu, minta tolong apa?. Tanya Dedi sambil mulai memfokuskan dirinya kepada perkataan istriku.
Ibu berharap kepadamu, tolong bantu Rio dalam belajar. Rio, kalau Ibu lihat bayak kekurangan, baik dalam belajar, kemauan, kemandirian, pergaulan dan kedewasaan. ujar istriku dengan mata mulai berkacakaca dan melawan emosinya,
Jadi hanya kepadamu, Ibu berharap Ded ! Karena kamu teman dekatnya yang bisa diajak ngobrol. Selama ini Ibu merasa kuatir, bagaimana perkembangan Rio ke depannya tambah istriku sambil mengusap airmatanya yang mulai menetes turun dari kedua matanya,
tapi syukurlah ada kamu teman yang dianggapnya baik kepadanya.Dengan berlinang air mata istriku menyampaikan keluh kesah kepada Dedi.

Mungkin dengan anak itu dia dapat menyampaikan isi hatinya. Dan Dedi seolah memahami apa yang dirasakan istriku.

Dan dengan rasa ibanya tangan kiri Dedi merangkul pudak kiri istriku kemudian Dedi memeluk istriku sambil berkata,

Bu, Dedi janji akan membantu Rio sesuai keingan Ibu.Tidak hanya kepada Rio, kepada Icak juga Dedi akan bantu dalam belajar. Sambil dirangkul Dedi, pipi istriku diusap, menghapus air mata istriku yang jatuh dipipinya.

Kepala istriku terjatuh di pundak Dedi. Dedi terus membelai pipi dan rambut istriku. Seolah ada tempat mencurahkan isi hatinya, istriku memejamkan matanya.Tidak hanya itu, Dedi sedikit mulai berani mengecup kening istriku. Istriku hanya diam saja atas kelembutan sifat Dedi.Dedi berkata lagi,

Bu, Dedi janji akan membantu Ibu, tidak hanya mengajari kedua anak Ibu. Tetapi apapun perkejaan di rumah Ibu, Dedi akan bantu mengerjakannya.Istriku berkata,
Terima kasih Ded atas kebaikan kamu. Ibu tidak dapat berkata apa apa kecuali terima kasih kepadamu. ujar istriku sambil memeluk tubuh Dedi.
Tidak apaapa Bu, dengan di ijinkannya Dedi main kesini, Dedi sudah senang.balas Dedi sambil membelai belai rambut panjang istriku yang tergerai.
Bu , Ucap Dedi dengan ragu tanpa melanjutkan kalimatnya.
Ada apa Ded, Dedi mau bicara apa? jawab istriku
Anu Bu, selama ini Ded, kurang deket sama orang tua Dedi, terutama sama Emak.Emak Dedi, sering marah saja. Ndak tau sebabnya, Mungkin keluarga Dedi kurang mampu, jadi mamak sering marahmarah. Entah kenapa kalo sama Ibu, Dedi merasa nyaman, bahagia sekali.
Mungkin Mamamu, ada masalah jadi kurang mood terhadap anakanaknya.Nanti juga baik lagi Ibu yakin. Jawab istriku sambil tersenyum.
Tapi jujur, bu. Ibu orangnya baik, ramah tidak pemarah jadi Dedi sangat suka dan senang kepada Ibu. Bahkan Dedi begitu sayang kepada Ibu.
Ujar Dedi kepada istriku.
Aaah . Kamu bisa saja Ded !,
Ibu juga sering marahmarah juga kok! jawab Istriku.
Kamu saja yang belom tau tambah istriku lagi.
Bu ,
Iya Ded?,
Boleh Dedi mencium Ibu ?,
Kenapa Dedi mau mencium Ibu ? tanya Istriku.
Karena Dedi sangat sayang kepada Ibu , Dedi juga menganggap Ibu sebagai ibu kandung Dedi !!! jelas Dedi kepada istriku dan membuat istriku tersenyum manis.
Ded, Kamu menganggap Ibu sebagai Ibu kandungmu dan Ibu juga menganggap kamu sebagai anak Ibu. Ibu tidak keberatan kamu mencium Ibu jawab istriku dan Dedi membuat Dedi ikut tersenyum.Dari atas loteng tempat aku mengintip kulihat dengan pelan Dedi mulai mencium kening istriku, Istriku pun memejamkan matanya.

Tidak hanya kening, ciuman Dedi berpindahpindah. Mata, hidung, dan kedua pipi istriku. Masih dalam rangkulan tangan kiri Dedi, dan kepala istriku juga masih tersandar di bahu Dedi. Sedangkan tangan kanan Dedi juga membelai wajah, rambut dan leher Istriku. Kulihat juga bibir istriku agak sedikit terbuka, entah menandahkan apa. Apakah suka atau rasa cinta terhadap anak atau perasaan yang lain.Tapi dengan jelas, ciuman Dedi mulai merambat turun keleher putih istriku. Di daerah sekitar leher putih istriku itu ciuman Dedi cukup lama. Disitu istriku mulai berguman dan berbisik,

Ded, Dedi sudah Ded jangan disitu Ibu geli Nak.. Sehingga kini ciuman Dedi beralih naik kepipi dan kening terus hidung istriku.

Dari atas dengan seksama aku terus memperhatikan tingkah anak itu.Dan hatiku berkata ,

Dari mana anak ini belajar ciuman seperti itu? Di usia yang masih belia 13 tahunan sudah pandai beradegan cium seperti itu. Apa ini pengaruh teknologi sekarang dan dunia internet yang sedang menjamur? Kini sedikit demi sedikit bibir Dedi sudah merambat turun dan mendekati bibir istriku.

Dan cup cup bibir Dedi mengecup bibir istriku. Kecupan sesaat itu setidaknya menyentakan hati istriku, dapat terlihat dari gerakan bibirnya. Namun hanya sesaat, selanjutnya bibir Dedi kembali mengecup bibir istriku kembali.Entah apa yang ada dibenak dan pikiran istriku, terlihat bibirnya kembali terbuka dan menerima kembali kecupan bibir Dedi. Dedi sepertinya mulai berani dan sedikit demi sedikit melumat bibir mungil istriku. Istriku sepertinya tidak keberatan dengan lumatan bibir Dedi, dan sepertinya istriku mengimbangi lumatan bibir Dedi. Maka terjadilah lumatan lumatan bibir antara Dedi dan istriku.

Dari atas loteng sampai kedengaran bunyi cucpp cuuuppp cuuupp. Sambil melumat bibir Istriku, kuperhatikan tangan Dedi yang ada di pundak kiri istriku mulai bergerak turun. Perlahan tapi pasti tangan itu bergerak turun, dan kini telapak tangan kanan Dedi sudah berada di atas sebuah bukit. Yaitu bukit lunak istriku. Aku di atas loteng cukup kaget melihat perilaku anak itu Manakala telapak tangan itu dengan halus dan lembutnya sedikit mulai aktif bergerak gerak meremasi bukit kembar istriku. Gerakan halus dan lembut telapak tangan Dedi diatas payudara istriku itu membuatku sedikit tegang.

Maklum baru pertama kali ini aku melihat anak yang masih muda belia sudah mengerti masalah sexual. Dengan pelan telapak tangan Dedi mengusapusap payudara istriku. Sejauh ini istriku hanya diam dan terus melayani lumatan bibir Dedi, belum lagi usapan lembut telapak tangan Dedi yang kini mulai berani meremas payudara istriku dengan lembut dan pelan. Di atas sofa yang rendah berbentuk huruf L kedua anak orang yang berbeda usia terus melakukan aksi cium dan melumat bibir.

Remasan jarijari tangan Dedi di payudara istriku yang masih utuh memakai daster warna putih dihiasi bungabunga biru langit, seolah tidak disiasiakan oleh Dedi. Remasanremasan lembut namun intense dilakukan Dedi, membuat istriku sesekali berusaha menjauhkan tangan Dedi dari dadanya. Namun usaha itu hanya sebatas memegang tangan Dedi, tetapi sejauh itu tidak menepiskan tangan Dedi dari payudaranya malah samarsamar aku mendengar gumaman dari mulut istriku yang tersumbat bibir Dedi, HmmmmmmAku jadi tambah tegang manakala jarijari kecil Dedi, berusaha melepas kancingkancing daster istriku.

Istriku memang suka memakai daster berkancing depan, entah karena apa aku juga tidak memasalahkannya. Yang jelas daster yang dipakai istriku berkancing sampai ke bawah dadanya. Belum lagi panjang daster yang dipakai istriku tidak seperti daster yang dipakai harihari sebelumnya. Daster yang dipakainya tidak terlalu panjang sampai ke pergelangan kaki, dan juga tidak terlalu pendek hingga ke pangkal paha. Tetapi hanya sebatas lututnya saja. Walaupun begitu, bila duduk di kursi sofa agak rendah, mau tidak mau pasti akan naik keatas bagian bawa dasternya.

Hal ini juga yang dialami oleh istriku, bagian bawa dasternya naik kurang lebih 15 cm. Dan makin jelaslah kemulusan dan putihnya kedua belah paha istriku.Ketika kancing pertama terbuka, tampak jelas putihnya permukaan bagian atas dada istriku. Dan kancing kedua terbuka, mulai terlihat lereng gunung kembar istriku walau belum tampak BH yang dipakai istriku. Kini jarijari Dedi, mulai menjamah kancing ketiga. Kancing ketiga mulai dibuka dengan pelan dan lepas. Kini sudah terlihat BH warna putih ukuran 36B yang dikenakan istriku. Kancing keempat juga mulai dilepaskan oleh jarijari tangan Dedi, semakin jelas gumpalan payudara istriku yang putih menghiasi dadanya.

Dan kini kancing terakhir mulai akan dilepas oleh Dedi, kancing terakhir itu kurang lebih lima jari orang dewasa dibawa payudara istriku mulai dibuka oleh Dedi, dan akhirnya lepas lah kancing tersebut. Bibir Dedi dan istriku masih bertaut seolah ular cobra yang saling mematuk. Jarijari Dedi sekarang mulai naik kepangkal leher istriku, terus kembali turun dan turun lagi hingga menyentuh bagian atas payudara muluis istriku. Kembali Dedi meremas remas payudara istriku dengan pelan dan lembut. Kiri dan kanan payudara istriku diremasremas oleh Dedi. Secara bergantian. Payudara istriku masih terbungkus rapi oleh BH putih ukuran 36B. Payudara istriku masih kencang walaupun sudah tidak muda lagi dan sudah mempunyai dua orang anak.

Dedi sekarang telah melepaskan lumatan di bibir istriku, sekarang dia mulai menciumi leher putih istriku. Kini mulai kudengar desahan mulut istriku takala Dedi mencium lehernya, di tambah jarijari tangan kanan Dedi aktif meremas remas payudara istriku.

Oohhhhh , Jaaa ngaaaannn nakkkk, tolong jangaaaannnn lakukan ini, ibu mohon Ded!!! Aahhhhhh Ded, sudaaaahhhh laaahhhh, awwwwwhhhh . , lenguh istriku terputus putus karena kebimbangan antara menikmati atau menyudahi pemainan anak kurang ajar ini.

Bibir Dedi pun sekarang mulai bergerak turun, tidak hanya dileher, tetapi mulai menelusuri bagian dada istriku. Lereng bukit kembar istriku tidak luput dari ciuman dan kecupankecupan halus. Belahan payudara istriku tidak luput dari sapuan bibir kecilnya. Reaksi istriku bukannya menolak atau menjauhkan wajah dan kepala Dedi, namun seolah membiarkan apa yang dilakukan oleh Dedi.Jarijari tangan Dedi, mulai menyusup ke balik BH putih istriku, tak lupa jari itu meremasremasnya benda kenyal yang tergantung indah di dada istriku.

Dengan gerakan perlahan dan lembut, Dedi menurunkan tali BH istriku baik kiri dan kanan, dan dengan gerakan yang sedemikian pelannya akhirnya tali BH itu turun dari pudaknya dan sekarang jatuh di lengan kiri dan kanan istriku. Dan dengan tetap kelembutannya Dedi membuka cup BH putih itu dan bullll! bullll! kiri dan kanan payudara istriku terpampang cukup jelas dan menantang. Memang kuakui, walau tidak muda lagi, namun bentuk payudara istriku tidak menggantung seperti kebanyakan ibubu rumah tangga lainnya.

Tetapi masih cukup kencang, padat dan uraturat biru cukup jelas terlihat. Bentuk putingnya tidak hitam, tetapi warnanya merah hati, begitu juga lingkaran disekeliling puting susunya juga berwarna merah hati. Puting susu istriku lumayan besar, seukuran ibu jari orang dewasa. Aku yang bersembunyi di atas loteng terus memperhatikan perilaku Dedi, bocah perusia 13 tahun itu semakin tegang. Apalagi di bawah sana istriku mulai terdenger desahandesahannya.

Oohhhhh . Dedddddd, Jaaa jjaaaannnggaaannn Deddddd .. awww..saadarr lahhh nakkkk, Janggannn lakukan inniii Istriku terus merintih dan memohon agar Dedi menghentikan aksiaksinya.Namun aksi Dedi terus berlanjut, bibir Dedi sudah mendekat ke puting susu istriku dan suuppp, puting susu istriku diemutemut oleh Dedi.

Selanjutnya istriku semakin merintih rintih.

Awwwhhhh Ded sudaahhh lahhh nakkkkk, Cuukupp, . hentikan, sadarlah nak, nanti dilihat Rio. Hmmnghhh Awwwwhhhh Ded . lenguhan istriku berusaha menghentikan perbuatan pemuda ini walau lebih terlihat seperti rancau kenikmatan.
Bu, Dedi cuma ingin tahu saja apakah masih ada air susunya apa ngga. balas Dedi sambil terus mengenyot gemas payudara istriku.
Ded, Ibu sedang tidak mempunyai adik bayi jadi tidak ada air susunya. Jadi sudahla nak, ibu takut dilihat oleh anakanak ibu dan dilihat oleh orang ujar istriku.
Tapi Bu, Dedi ingin merasakannya saja, Dedi mohon Bu , ucap Dedi sambil memilin milin dada istriku yang bebas dari emutan nakalnya.
Oooohhhh Ded, Ibu takut nak eemnghhhujar istriku di sertai lenguhan panjang.Dan akhirnya istriku tidak dapat berbuat banyak selain membiarkan aksi Dedi dikedua payudaranya.

Kiri dan kanan payudara istriku diemut dan diremasremas oleh jari tangan Dedi, dam desahan serta rintihan dari mulut istriku terus terdengar halus. Sepertinya jari tangan Dedi mulai merambat turun, kalau tadi masih meremasremas payudara istriku yang sangat kencang itu, kini mulai menyusuri bagian perut istriku. Walau masih terbalut daster yang tergantung di kedua lengannya, tetapi terlihat dari luar daster, perut istriku sedikit rata tidak seperti ibuibu lainnya Jarijari tangan Dedi terus turun dan turun, hingga sekarang jari tangan Dedi sudah berada di pangkal paha bagian luar istriku.

Sambil tetap mengemutemut payudara istriku, Tangan kanan nya ikut aktif mengeluselus paha putih istriku. Elusanelusan lembut jarijari tangan Dedi, membuat tubuh istriku bergerakgerak dan mengelinjang seperti cacing kepanasan. Entah itu kegelian atau ada perasaan lain, namun akibat elusan itu mau tidak mau daster bawah istriku mulai naik ke atas. Aku yang melihat dari atas bertambah tegang, tak kusangka temannya Rio bisa sepandai dan seliar dari apa yang kubayangkan. Istriku bertambah gelisah dan merintih.

sudahhhhhh cuuukkkppp hentikan nakk kita sudah terlalu jauh Ingat nakkkk! saddaaaarrrr Awwhhhh rancauan istriku akibat permainan liar Dedi.

Dedi seperti tidak memperdulikan rintihan dan permohonan memelas istriku. Jarijari tangannya terus mengelusngelus paha istriku,baik kiri dan kanan. Bagian luar dan dalam pun tidak luput dari jamahan jarijari Dedi. Jarijari tangan Dedi, terus dengan intense mengelus bagian luar dan bagian dalam, hingga waktu jarinya masuk kebagian dalam paha istriku. Tangannya pun ikut terus merambat naik dan masuk ke bagian dalam, hal itu membuat buat istriku terus memohon kepada Dedi.

ampun Ded Jangan nak, hentikannnnn sudahhh, cukup hentikaaann, ooohhhhh Ded Dedi sudahlah nak Iiiiiiihhhhhh jerit istriku dengan lirih.

Teriakan kecil istriku memang sangat kecil, Sebab istriku mungkin sadar atau takut perbuatan merekaakan terdengar ke tetangga kiri dan kanan rumah kami, dan juga takut akan membangunkan anakanakku yang sedang tertidur pulas. Tubuhnya bergerak gerak kekiri dan kanan kadang pinggulnya terkadang keatas. Rasa geli dan perasaan lain mungkin melanda dirinya. Tetapi sejauh ini tidak ada usaha untuk menjauhkan diri atau lari dari kenakalan Dedi. Hal ini bisa aku mengerti, disamping tangan kiri Dedi masih merangkul bahu istriku, belum lagi mulut Dedi tidak henti hentinya mengisapisap puting susu istriku, ditambah jarijari tangan kanan Dedi bergerilya di bagian bawa daster istriku.

Entah apa yang ada di dalam diri istriku, jika tadi gerakannya tubuh agak keras, kini mulai agak tenang. Gerakan kedua pahanya yang tadi kuat menjepit tangan Dedi agar tidak terlalu jauh masuk ke dalam pangkal pahanya. Namun sekarang sedikit melonggar, bahkan mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh Dedi, ketika menggerakan tangannya melebarkan paha kiri atau kanan istriku. Semakin terbuka kedua belah paha istriku, semakin tampak secarik kain putih yang melekat di antara kedua paha bagian atas istriku.

Jarijari tangan Dedi terus merambat naik dan naik, kemudian tak lupa mengeluselus kedua paha bagian dalam istriku kiri dan kanan. Dan kembali lagi jarijari tangan Dedi bergerak naik hingga menyentuh celana dalam warna putih bagian atasnya. Di bagian atas celana dalam istriku jarijari Dedi semakin berani bergerilya. Kadang ke samping kiri dan kanan kadang keatas perut, kadang kembali lagi ke bagian atas celana dalam istriku. Dalam balik celana dalam warna putih istriku, terdapat rimbunan rumput warna hitam lebat nan keriting. Jari tangan Dedi, kembali bergerakgerak dan kini jari itu mulai menelusuri kebagian bawa celana dalam istriku.

Sambil bergerak jarijari Dedi, mengusap dan menekan bagian tengah selangkangannya. Dibagian itu jari Dedi berputarputar lembut, hingga istriku kembali merintih dan mendesah sambil pinggulnya diangkat seperti kegelian.

Oooohhhhh. Dedi Sudaaaahhhh Ded jangan terlalu jauh Ded, ibu malu, Ded kalau ada yang merlihat, aduuuuuuhhhh .. Ibu mohon nakkkkkhentikan. Rancauan istriku yang membuatku sedikit geram, namun sedikit membuat diriku merasakansuatu sensasi yang seharusnya tak kurasakan saat melihat istriku di gauli orang lain.

###################Suara hati Dedi

Ya ampun sungguh kegilaanku ini sudah terlalu jauh, Tapi kenapa aku terus melakukan ini, Tapiiiiiii Aahhhhhhh aku hanya menuruti kata hatiku dan pikiran saja. Sungguh aku tidak membayangkan dapat berbuat seperti ini, tapi sebagai seorang lakilaki, aku perlu tau apa itu perempuan, tentang sifatnya, tentang, kemauannya, tentang rahasia dirinya, apalagi tentang bagianbagian perempuan yang belum pernah aku bayangkan bahkan ku sentuh selama ini. ujar hati kecilku yang saat ini sedang berkecamuk

Ibu Leni ini, sungguh sama sekali tak kusangka selain cantik, tubuhnya memang indah, kulitnya halus dan kencang walau sudah berusia dan punya anak dua. Tanganku sedari tadi menelusuri tengahtengah bagian luar celana dalam Ibu Leni. Aku baru merasakan kehalusan kulit Ibu Leni. kataku mengagumi kemolekan tubuh moleh seorang ibu rumahtangga yang sedang kugauli.

Gila bener ini! Aku jadi gemeteran melakukan ini! tadi Ibu Leni berkalikali memohon untuk kuhentikan perbuatanku terlarang ini. Tapi rasanya aku tidak bisa melakukan itu, sebab aku sudah merasakan hal yang lain yakni gairah seorang lelaki muda, yang pingin tahu halhal yang berbau sex. Apalagi kesempatan ini baru aku alami sekarang. bisikan jahat dalam pikiran nya untuk membenarkan perbuatan nya ini.

Jarijariku pingin tahu dan pingin menelusuri apa yang ada di dalam celana dalam warna putih milik Ibu Leni, Ibu sahabatku Rio. Pelanpelan sekali aku mengusapusap belahan tengah celana dalam Ibu Afreny, lalu jariku bergerak naik. Aku merasakan halus dan empuknya bagian atas celana dalam seorang wanita,. sepertinya dibagian itu sama seperti punya aku. Rambut hitam yang selalu tumbuh disetiap kemaluan baik perempuan dan lelaki. Sepertinya rambut milik Ibu Leni sangat lebat sekali. Membuatku makin aku penasaran, aku naikan jari tanganku keatas dan pas dikaret celana dalam warna putih itu, aku selipkan kelima jarijari ku.

Aku semakin gemetar manakala aku merasakan lembut dan lebatnya rambut hitam milik Ibu Afreny. Ibu Leni menggerakan pinggulnya, entah karena apa aku pun tak mengerti. Aku teruskan saja sambil ku usapusap, terus turun lagi hingga menyentuh daerah yang paling dicari oleh lelaki, terutama aku yang baru pertama kali menyetuh daerah itu. Aku merasakan memek Ibu Leni hangat dan sedikit terasa licin. Licin karena apa aku kurang paham. Namun aku terus saja merabaraba memek Ibu Afreny. Ibu Leni semakin merintih dan mendesah, sehingga membuat ku bimbang rntah memang karena ingin aku berhenti atau memang ingin aku terus melakukan hal ini.

Jarijariku semakin sering aku gerakgerakan naik dan turun, aku merasakan bertambah licin daerah memek Ibu Afreny. Tanpa aku sadari sedari tadi. batang kontolku sudah lama tegak berdiri, dan membuat aku kurang nyaman karena terjepit oleh celana pendekku. Karena merasa sakit dan kurang nyaman aku terpaksa melepaskan elusan dan rabaan terhadap memek Ibu Afreny. Dan jari tanganku keluar dari celana dalam Ibu Afreny, lalu aku langsung membenarkan letak posisi batang kontolku. Karena aku merasa masih kurang nyaman juga, maka akhirnya kukeluarkan batang kontolku dari dalam celana pendek dan kolor warna putih yang aku pakai ini. Dan bulll! Keluarlah batang kontolku dengan tegak bagaikan tonggak kayu dan membuat sedikit agak legah.

Lain hal dengan Ded, ternyata apa yang dikeluarkan oleh Dedi dari celana pendeknya, membuat aku yang sedang mengintip dari atas loteng sedikit tercengang dan berkata dalam hati

Gilllaaaaa !!!!,
Sungguh tidak kupercaya kalau tidak melihat dengan mata kepala kusendiri! Ternyata temannya Rio itu memiliki kontol yang melebihi kontol ukuran orang dewasa termasuk diriku! ujarku dalam hati karena sedikit shock.

Sungguh manusia ini banyak keanehan, anak berusia 13 tahun mempunyai kontol sebesar dan sepanjang itu. Mungkin panjang kontol anak itu kirakira 20 cm. Dan bulat lingkarannya kalau diukur dengan cm bisa mencapai 13 cm lebih, suatu hal yang tidak masuk akan tapi betulbetul nyata! Kontol anak itu masih tegak berdiri dengan kepalanya berwarna pink mengkilat, di bawah batang kontol baru ditumbuhi oleh rambutrambut hitam yang masih tipis. Aku takjub dengan apa yang kulihat dan masih terasa belum percaya, sambil terus memperhatikan gerakgerik dan apa yang di lakukan Dedi terhadap istriku.

Dedi kembali memasukan jarijarinya ke dalam celana dalam putih istriku, Istriku kembali dibuat gelagapan. Terkadang pahanya mengatub menjepit tangan Dedi, kadang juga terbuka seperti memberikan jalan buat Dedi agar terus menjamah memek istriku. Jarijari Dedi semakin sering merabaraba memek istriku. Dan kuperhatikan sepertinya jarijari tangan Dedi bergerak kebelakang pinggul istriku. Di sana dia meremasremas pinggul bulat istriku. Sambil meremasremas, Dedi menurunkan karet celana dalam istriku bagian belakang hingga turun ke bawah pinggulnya.

Di bagian atas mulut Dedi masih menyedotnyedot puting susu istriku dengan lahapnya. Kadang mencium leher istriku serta kembali melumat bibir istriku. Di bawah sana jari tangan Dedi sudah mengalihkan tanganya ke pinggul sebelah kanan istriku. Rupanya Dedi berusaha menurunkan celana dalam istriku, karena bagian belakang celana dalam istriku sudah turun ke bawa pinggulnya. Dengan gerakan pelan tapi pasti akhirnya karet celana dalam sebelah kanan istriku turun juga dari atas pinggangnya. Namun tidak terlalu turun masih nyangkut di pinggul sebelah kanannya. Akan tetapi dengan hanya turun baru sebatas bawa selangkangannya istriku, sudah tanpak jelas bukit kemaluan istriku yang ditumbuhi rambut hitam yang lebat.

Saking lebatnya kurang lebih tiga centi dibawa pusar, rambut hitam kemaluan istriku menyetuh pusarnya.Dedi mencium bibir istriku dengan lembut dan mesra. istriku seolah menyambut dengan hangat kecupan dan lumatan bibir Dedi. Diselingi remasan terhadap payudara istriku kiri dan kanan, lalu tangan Dedi bergerak turun dan kembali menyusup diantara kedua belah paha putih istriku dan langsung menyetuh bukit kemaluan istriku. Kulihat jam menunjukan pukul 14.00 wib, dibawa sana dua anak manusia berbeda usia terus melakukan aktifitas yang seharus tak lazim.

Kulihat kini Dedi menghentikan aktifitas tangan kanannya dibawa selangkangan istriku, terus tangannya membelaibelai rambut hitam istriku bahkan pipi mulusnya. Kemudian tak lupa pipi kening dan bibir istriku diciumnya dengan mesra. Lalu kudengar Dedi berkata dengan pelan,

Bu iyahh Ded, Ada apa ? sahut Leni sambil mendesah lembut.
Kita ke kamar depan yuk Bu.jawab Dedi sambil asik menjamahi tubuh molek istriku.
Kenapa kamar depan Ded? tanya Leni pelan.
Takut kalaukalau Icak dan Rio bangun Bu , ujarnya sedikit terputus karena menyupangi leher jenjang istriku,
Makanya kita ke sana saja ya Bu. lanjutnya sambil mengajak Afreny.
jangan nak, tidak usah dilanjutkan lagi! pinta Leni lembut sambil menahan lenguhan kenikmatan yang ia rasakan.
Cukuplah ya Ded , sambung istriku untuk membujuk Dedi menghentikan permainan ini, walau dari dalam lubuk hati istriku ini secara jujur dan gamblang ia menikmati betapa mendebarkan dan mengasyikannya hubungan terlarang ini.
Gak apaapa kok Bu sahut Dedi sambil mengelus dan mengecup lembut pipi Afreny.
Jangan nak, Ibu sekarang sudah merasa bersalah dan berdosa ,
Ibu takut . apa yang barusan tadi dilihat oleh orang,
Ayo lah Bu bujuk Dedi sambil dengan pelan dan penuh kasih sayang Dedi meraih dan menarik lengan istriku Leni untuk beranjak dari sofa yang dia duduki.dan berbeda dari kalimat penolakan yang ia lontarkan sejak awal, tubuh istriku ternyata lebih jujur dan beranjak dari sofa yang didudukinya mengikuti bujuk rayu jejaka yang umurnya terpaut 20 tahun itu seperti kerbau yang dicolok hidungnya.

Dalam kondisi baju daster bagian atas sudah melorot sampai ke lengan kiri dan kanan bersamaan dengan tali BH putihnya ikut melorot ke lengannya, Belum lagi bagian bawah dasternya yang naik ke atas pinggang sehingga celana dalam warna putih yang dikenakan istriku tadi juga sudah melorot kebawa pas dibawa pinggulnya atau bagian depan sudah dibawa pangkal pahanya, Dedi merangkul mesra istriku layak nya pasangan pengantin baru menuju kamar depan yang berukuran 3 x3 meter. Sambil kepala istriku bersandar di pundak Dedi akhirnya keduanya masuk ke kamar depan dan kliikkkk akhirnya kamar itu dkunci dari dalam oleh pasangan yang sedang dilanda birahi itu.

Aku pun mengendapendap seperti maling merangkak menelusuri loteng rumahku sendiri berpindah posisi menuju kamar maksiat itu. Sebenernya kamar depan jarang dipakai, hanya untuk tamu atau family yang datang saja, sebab loteng plafon yang terbuat dari bahan triplek juga banyak yang rusak dan ada bolongbolongnya, sehingga dari atas cukup jelas sekali apalagi pintu jendela menghadap ke arah matahari terbenam yang sinarnya cukup terang sekali. Di dalam kamar itu terdapat satu buah springbed ukuran 2×2 tidak memakai tiang dengan satu buah bantal guling dan bantal tidur.Jadi langsung diletakan saja di lantai kadang kamar itu dipakai oleh Dedi tidur bila menginap di rumahku. Dedi dan istriku mendekati springbed itu, kemudian mereka berdua berhenti. Dedi memutar tubuh istriku hingga keduanya saling berhadapan.

Lalu dengan lembut dan mesranya Dedi berbisik,

Buuuu Buuuuu Dediiii sayang Ibu bisik bocah itu dengan gemetaran.
Ibu tau nak jawab istriku.Dan tiba tiba saja istriku berubah drastis, dengan pengalaman yang ia miliki ia memeluk dan mencium bibir Dedi dengan mesra untuk mengusir kegugupan perjakanya itu.#########################Suara hati Afreny
Oh Tuhan apa yang kulakukan, dan mengapa bisa berakhir seperti ini. Sebari tadi aku berusaha memegang teguh janji perkawinanku dengan mas Erlan tetapi kini aku malah mencumbui anak ini. Aku merasakan secara perlahan tangan Dedi meraih pinggangku.

Dan aku sadar bahwa celana dalamku sudah melorot ke bawa pinggulku. Ini akibat tangan nakal Dedi yang kubiarkan bebas bergerilya. Akupun bingung kok bisabisanya anak itu berbuat nekad seperti ini, padahal usianya masih muda baru 13 tahun, tetapi halhal yang hanya di ketahui oleh orang dewasa seperti ini ia sudah dapat mengerti. Aku juga heran sampai saat ini aku sepertinya tidak bisa berbuat banyak dan seolah ada perasaan lain pada anak ini. Kini tubuhku sudah sedikit merapat ke tubuh Dedi dan ketika itu ada sesuatu yang membuatku sedikit bergetar, dan getaran tersebut adalah getaran getaran yang telah sudah sejak lama tak kurasakan bahkan tidak pernah kurasakan sama sekali saat bersama suamiku.

Aku merasakan ada yang mengganjal di bawah daerah kemaluanku. Benda yang mengganjal di bawah pusarku paling bawa terasa sekali, menyentuh nyentuh daerah kemaluanku. Dedi semakin menarik pinggulku ke arah tubuhnya, dan benda itu semakin kuat mengganjal bahkan menyodok daerah kemaluanku. Aku dapat menduga benda itu adalah batang kontol Dedi yang sudah menegang dan sangat keras sekali. Tapi entahlah apakah memang benar benda itu bantang kontolnya Dedi yang mengganjal di daerah kemaluan, apakah ada sesuatu yang disimpan Dedi di kantong celananya. Kami masih saling lumat bibir, tidak hanya itu Dedi berusaha melepas dasterku yang sudah jatuh di kedua lenganku.

Tidak sulit bagi Dedi untuk melepaskannya karena dengan pelan dia menurunkan kedua tangaku dan menurunkan secara perlahan dan terus melewati kedua jari tanganku, kemudian terus diturunkan lagi melewati pinggulku, terus dilepaskan saja oleh Dedi hingga jatuh di kedua kakiku.Sekarang kini hanya tinggal BH dan celana dalam putihku yang masih melekat, itupun sudah tak sempurna lagi. Tali BHku sudah jatuh kedua lenganku, sedangkan cupnya berukuran 36B sudah terbuka yang menampakan keindahan payudaraku. Rasa malupun mulai menyelimuti diriku, di hadapan anak yang baru berusia 13 tahun ini aku seperti bahan mainannya. Walau sebenarnya anak ini seusia dengan anakku Rio, yang kadang sering melihatku telanjang dada bahkan telanjang bulat di kamar ketika selesai mandi.

Namun dalam keadaan seperti ini rasa kuatir dan waswas dan malu muncul, maklum aku sebagai seorang perempuan bahkan seorang ibu tidak pantas diperlakukan seperti ini. Itu semua hanyalah pikiranku saja, tapi ternyata berbeda dari apa yang kuhadapi.Dedi menatapku dengan tatapan penuh arti, tatapan sebuah permintaan, dan tatapan birahi seorang anak yang baru beranjak remaja. Lalu Dedi juga membuka baju kaosnya dengan sangat cepat sekali, aku hanya menatap wajahnya dengan penuh kecemasan, aku tidak mengetahui kapan dia membuka celana pendeknya, yang kutahu tibatiba Dedi meraih pinggulku dirapatkannya ke tubuhnya sambil meremasremas pinggulku.

Kembali aku merasakan benda tumpul menyodok daerah kemaluanku. Akupun berciuman kembali dengan Dedi tidak hanya itu Dedi telah berhasil melepaskan pengait BH ku. Dan BH ku dilepaskannya dari kedua belah tanganku. Kemudian aku berbicara pelan kepada Dedi,

Kenapa kamu berperilaku seperti ini nak ?.ujarku sambil menatap dalam matanya yang terlihat memang agak gugup
Tidak kau merasa takut apa yang akan kamu lakukan ?.Kulihat tampaknya Dedi hanya diam, tidak menjawab pertanyaanku dan mengalihkan pandangannya dari tatapanku.

Aku pegang bahunya, dan ia menatapku sembari membelai pipiku. Perasaanku tidak menentu, tibatiba aku memeluknya dengan erat. Lalu aku rasakan celana dalamku terasa pelanpelan melorot turun dan terus turun ke bawah hingga jatuh di bawa kakiku seperti halnya baju dasterku. Aku semakin erat memeluknya tidak hanya itu sambil meraba, Dedi menekankan pinggulku ke arahnya hingga terasa sekali benda yang dari tadi mengganjal itu tidak lain batang kontolnya yang sudah semakin tegang. Itu kutahu karena ketika berpelukan, tanganku sedikit turun ke pinggul Dedi dan tak ditemukan lagi kolor yang melekat di pinggulnya.

Kini aku dan Dedi sudah samasama telanjang bulat dan akupun tidak dapat berkata apa lagi, karena kondisi sudah seperti ini hingga tidak dapat berbuat banyak. Apalagi sekarang tangan kanan Dedi menaikan kaki kiriku ke atas springbed sehingga bagian bawah selangkangan agak terbuka. Dengan begitu batang kontol Dedi semakin terasa mengenai daerah memekku, bahkan sedikit mengenai bibir memekku. Aku semakin erat memeluk Dedi, seperti ada kehangatan dan kenyaman dalam pelukan anak ini, getarangetaran cinta seorang anak terhadap ibu, sebalik getaran cinta ibu terhadap anaknya. Batang kontol Dedi terasa hangat walau hanya menyenggol bibir luar memekku.

Kini Dedi membimbingku duduk di pinggir springbad, setelah duduk kami saling berpandangan dengan mesra. Kemudian Dedi mengecup keningku, terasa sekali sentuhan lembut penuh kasih sayang diberikan anak ini.Sekilas aku melihat batang kontol Dedi yang tegang berdiri, Aku tercekat kaget dibuatnya. Astaga Kontol Dedi bisa sebesar dan sepanjang ini !? Apakah aku bermimpi? Aku tidak tahu ukurannya tapi yang jelas aku merasa ngeri, dan tibatiba aku memeluk Dedi dengan erat sambil kepalaku kusandarkan ke bahunya. Walau gelora birahi ku sudah sampai ubun ubun, namun karena kengerian akan ukuran kemaluan anak ini akupun menjadi merasa sedikit takut dan ngeri sehingga aku berusaha untuk menghentikan permainan ini,

Hentikan saja ya nak perbuatan ini. Kita sudah melampaui batas, seharusnya kita tidak melakukan perbuatan semacam ini. Seharusnya ibu memberikan pengertian kepadamu Ded, bukan menyesatkanmu dengan melakukan perbuatan tidak terpuji dan terlarang seperti ini.
Tapi Bu, rasanya sulit untuk Dedi hentikan. Karena dada ini, hati ini, otak ini, telah diselimuti dirasuki perasaan yang tidak bisa dihentikan. Apalagi keinginan itu sangat kuat Bu. ujar Dedi membantah omonganku.
Tapi nak , kamu masih muda harus melawan hawa nafsumu ,
Bu Afenry, Dedi mohon berikan kesempatan pertama buat Dedi. Dedi pingin sekali mencoba apa yang belum pernah Dedi rasakan. Bolehkan Bu ? Tolonglah Bu hanya bersama Ibu saja. ujar Dedi mengiba Mendengar hal tersebut sebagai seorang wanita khususnya sebagai seorang ibu hatiku menjadi luluh dibuatnya, apalagi pemuda ini memintanya dengan sopan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Tapi apakah pantas aku melakukannya ? Oooohhh apa yang mesti aku lakukan ?Setelah mempertimbangkan baik buruknya dan apa yang dilakukan Dedi selama ini, maka dengan ketulusan hatiku yang bulat, akihirnya aku mengangguk kepada Dedi sambil berbisik pelan.

Baiklah nak , Ibu mengijinkanmu.. Sambil tersenyum kulanjutkan perkataan ku,
tapi Ingat ya Ded, Hanya sekali ini saja! tegasku kepadanya.Mendengar hal tersebut Dedipun tersenyum,
. Baik Bu untuk Ibu, Dedi akan turuti semua kemauan ibu..Dengan senyum kekanakkanakannya Ia merebahkan tubuh polos ku keperaduan dengan sangat lembut sekali, kemudian ia mengambil bantal lalu direbahkannya kepalaku ke bantal tersebut dengan lembut dan mengecup keningku dengan mesra.

Sehingga kubandingkan dengan suamiku, kalau sudah ada maunya tidak bisa ditahan. Gerasa grusu saja, tanpa ada rasa sayang terhadap istri. Kalau dengan Dedi terasa beda, anak ini lebih memberikan kasih sayangnya kepada seorang perempuan dan bisa menyenangkan hati perempuan seperti diriku. Sebagai seorang perempuan ada sedikit perasaan cemas, waswas, takut dan gemetaran. Maklum kalau dengan suamiku aku tidak ada getaran dan kecemasan, tetapi dengan orang lain yang belum lama kukenal perasaan semua itu muncul. Apalagi saat ini Dedi berbaring disisiku kemudian dengan mesranya dia mencium dan melumat bibirku, kemudian tangannya aktif meremasremas kedua payudaraku.

Tangan itu bergerak turun dan turun menyusuri perut dan turun lagi kepinggulku sedikit diremasnya, kemudian kedepan dan tepat diatas tumpukan jerami hitam milikku yang hitam dan lebat. Aku bertambah cemas, rikuh, dan gelisah, bercampur perasaan geli dan enak ketika Dedi menyentuh daerah kemaluanku. Aku berusaha menjauhkan perasaan itu ketika Dedi sudah menyentuh bibir memekku. Dan akhirnya aku tidak tahan juga untuk mengeluarkan suara.

Ooooohhhh . Deeeeedddddddd .sudaahh iiihhh .jnngaaaaaan dimaaaiinnnkan itu . Ibuuuuuuuuu Dedddddd.geeeeliiii.. eeeehhhhhhhh . Enakkkkkk, eranganku meledak terputus putus, walau aku sedikit dapat menahannya karena aku masih takut membangunkan anak anak ku atau terdengar oleh tetangga.

Kemudian Dedi mengehentikan aksinya di memekku. Lalu dia memandangku, aku paham maksud pandangan itu. Lalu aku mengangguk dan berbisik pelan,

Lakukanlah nak, hatihati ya sayang, pelan pelan saja sambil kubelai wajah dan rambutnya.,
Ibu takut dan ngeri ,
Takut dan ngeri karena apa Bu?, potong Dedi dengan polosnya.
Batang kontolmu ini sayang, diluar perkiraan Ibu. ujarku sambil meremas remas lembut batang kemaluannya yang sudah siap maju ke medan tempur itu, Besar dan panjang , Tidak seperti punya Om Erlan. Ibu takut nanti tidak muat.,
Ajarin Dedi ya bu, Dedi belum pengalaman Bu. ujarnya sedikit gugup.Aku tersenyum kepada Dedi sambil berbisik aku berbicara,
Baiklah Ibu akan membimbing kamu sayang., jawabku sembari memberi ciuman lembut ke bibirnya, sambil tanganku masih meremas remas lembut batang kemaluan yang besar dan keras tersebut.
Sekarang kamu naiki tubuh Ibu, pintaku, Dedi pun menurut, dia menaiki tubuhku lalu tak lupa dia menciumku, akupun dengan mesranya memeluk tubuhnya dengan erat.Lalu aku berbisik lagi ditelinganya,
Sayang, sekarang kamu jongkok di kedua paha Ibu ya.Ternyata Dedi sudah mengerti, dia lalu mendekatkan batang kontolnya ke arah bibir memekku.

Aku sendiri mulai tegang, karena batang kontol Dedi di atas anak seusianya. Di samping itu hanya kontol suamiku yang selalu masuk ke dalam liang memekku, itupun ukuran panjangnya lebih kurang 11 cm yang lingkarannya lebih kecil 9 cm. Sekarang kepala kontol Dedi yang sedari tadi sudah tegang, sudah menempel di bibir memekku.Aku turut membantu Dedi dengan sedikit melebarkan kedua pahaku, sehingga lubang memekku sedikit membuka. Dan baru aku sadari kalau sedari tadi ternyata di sekitar bibir memekku telah mengalir cairan kewanitaan ku sendiri, sehingga daerah sekitar memekku menjadi licin, dan mempermudah kontol jumbo itu masuk ke liang kenikmatanku.

Kepala kontol Dedi sudah mulai memasuki belahan memekku. Ada perasaan nyeri di sekitar memekku, sebab kepala kontol Dedi yang besar berusaha menyeruak masuk kedalam lubang memekku. Sehingga membuatku merintik rintih kesakitan segaligus keenakan karenanyaAduh Deddddd besarr sekaliiii, pelannnn sayangggggg ibu merasa nyeri nihaiiihhhh begituuuu sayangghhhhh enakkkkkkkk., rancauanku akibat perbuatan Dedi.Kepala kontol Dedi terjepit di muara lubang memekku, akupun semakin merintih, merancau, dan sekaligur mengajari perjakaku ini bagaimana caranya memuaskan seorang wanita dengan kontol besar dan nikmat yang dimilikinya itu.

Kepala kontol dan batang kontol Dedi terus menyeruak masuk secenti demi secenti, semakin bergerak masuk semakin otot memekku semakin menegang. Dedi berusaha terus memasukan batang kontolnya ke dalam lubang memekku. Akhirnya Dedi baru menemukan teknik untuk memasukan batang ajaib miliknya itu di dalam liang memekku. Dia memaju mundurkan batang kontolnya secara perlahan. Dengan begitu batang kontolnya yang besar itu mulai bertambah dalam masuk. Kalau tadi baru seperempat saja, sekarang sudah setengahnya. Makin intense Dedi memaju mundurkan batang kontolnya, makin lama makin masuk batang kontolnya.

Usaha Dedi ternyata membuahkan hasil dan dengan sekali genjotan saja batang kontol Dedi yang tinggal 2 centi akhirnya masuk semua, bersamaan dengan itu aku menjeritjerit kenikmatan dan kurangkulkan tanganku ke leher kekasih mudaku ini sambil memberikan kecupan selamat ke pipinya. Aku terdiam, begitu juga Dedi. tidak beberapa lama rupanya Dedi sudah paham apa yang dia lakukan.Dia mulai memaju mundurkan batang kontolnya di dalam liang memekku.

Walau terasa sakit dan ngilu, aku berusaha tahan karena aku tidak ingin mengecewakan anak ini. Dan lambat laun, rasa perih dan ngilu tadi berubah menjadi enak dan nikmat, tak kubayangkan walau tubuh anak ini kecil, tetapi mempunyai senjata yang besar yang kini membuatku menikmatinya. Tidak dapat kubayangkan juga kalau batang kontol Dedi yang besar dapat ditampung oleh liang memekku. Aku berusaha mengimbangi goyangan dan maju mundurnya batang kontol Dedi dengan memutar mutar pinggulku hingga mengangkat pantatku.

Ooohhhh .. Gilaaaa Kamu saaayanghhhh ibu gak sanggupp.ampun sayanguuhhhh ohhh nikmathhhh, pekikku sembari menciumi bibir pengantin sehariku ini dengan penuh nafsu.

Goyongan dan kocokan batang kontol Dedi, tak terasa sudah mencapai 30 menit. Aku merasakan ada letupan kecil di dalam liang memekku, Badanku seperti tegang dan urat sarafku seperti mengencang, persendianku seolah mau lepas, dan ooughh !! Aku rasanya tidak sanggup lagi, ada sesuatu yang kuat sepertinya akan keluar dari tubuhku, kedutankedutan kuat dari dalam liang memekku. Dan

awwwhhhhhhh sayanghhhhhhhhhh ., pekikku panjang dan tubuhku melenting ke atas dengan pinggul terangkat laluSeeeeerrrrr.serrrrrrsuara cipratan cairan orgasmeku yang menyembur keluar seperti ledakan gunung berapi,
Ammmpunnnnn saaaaayyyyy ibu keluarrrrroooohhhh .Kujepit pinggul Dedi kuatkuat dengan kedua pahaku. Dan kupeluk tubuhnya dengan eratnya.

Tubuhku lemas, tapi Dedi masih juga menggoyangkan pinggulnya, sebab batang kenikmatannya masih keras dan menancap di lubang memekku. Dedi belum juga mencapai orgasme, aku akan membantunya mencapai orgame dan dengan menyemangatinya Dedi terus mengocok batang kontolnya. Aku menyuruh Dedi memelukku dan kusuruh dia berbalik dan gantian dia yang tidur terlentang tanpa melepaskan bantang kontolnya yang masih menancap di liang memekku. Dedipun menurut, ketika dia terlentang sekarang aku yang aktif menggoyangkan pinggulku sehingga batang kontolnya semakin terasa masuk di dalam liang memekku. Gerakan pinggul semakin kencang tibatiba Dedi mengerang.

Oooohhhhhhh Buuuuu Dedddiii mau kencinggggggg Buuuu
Kecinglah sayang, kencinglah di dalam lobang memek ibu sayang., ucapku sambil kucondongkan badanku ke depan dan memeluk tubuhnya sembari kutunganggi batang kontolnya yang besar dan perkasa itu.

Dan tibatibas aja, Dedi merangkul badanku erat seakan tidak akan meloloskanku kemanamana dan menghujamkan batang kenikmatannyadengan hebat ke memekku. Dancrotttttt.crottttt crotttt, senjata Dedi memberondongkan air maninya ke dalam rahimku dengan banyak, sambil tangannya menekan pantatku kuatkuat. Akupun secara bersamaan orgasme yang kedua kalinya.

Lalu aku jatuh di dada anak itu, kemudian tangan Dedi memelukku dengan erat, akupun begitu memeluknya dengan erat sambil memejamkan mataku. Dalam keterpejamanku aku meresapi dan menikmati pengalaman pertamaku bersama seorang anak berusia 13 tahun, sahabat anakku Rio. Walau Dedi masih muda belia, tetapi dia sudah memberikan kenikmatan dan kepuasan terhadapku. Akupun tadinya hanya berharap Dedi sebagai teman akrab anakku, sekarang malah menjadi teman bercintaku.

Ohhhh kau harapanku segalanya. Akankah ini harus terus berlanjut selamanyaentahlah desah hatiku.Kurasakan tangan Dedi mengelus punggungku.

Akupun merasa nyaman dalam pelukan anak ini, kendati aku kuatir berat tubuhku lebih berat dari tubuhnya tetapi Dedi tidak merasakan itu. Lalu tangannya sesekali meremasremas pantatku.

Bu, bisik Dedi halus
Iya sayang ada apa sayangku? balasku lirih karena barukali ini aku merasakan orgasme sehebat itu, bahkan multi orgasme hebat seperti itu sambil mendekap terus lembut tubuhnya.
Terima kasih ya Bu atas pengalaman pertama diajarkan pada Dedi., ucapnya sambil menatap diriku dengan penuh arti.

Aku tersenyum menatap mata anak ini yang masih di bawah tubuhku.

Iya nak , Dedi harus janji tidak menceritakan persetubuhan kita berdua kepada siapapun ya!,
Dedi janji Bu akan merahasiakan ini.
Terima kasih anakku, sayangku, ujarku dengan mesra sambil mengecup bibir Dedi .
Ngomongngomong sayang, kenapa kamu ingin menyetubuhi Ibu? Padahal kamu sahabat Rio., tanyaku karena tiba tiba saja pertanyaanku terngiang di kepalaku.
Entahlah Bu, Dedi tibatiba saja pingin menyetubuhi Ibu.,jawab Dedi sekenanya.
Pasti kamu suka baca sesuatu atau nonton film dewasa ya! selidiku dan dijawab dangan anggukannya dengan malumalu.

Aku mengusapusap rambutnya,

Pantesan kamu ngebet bange. Udah ya jangan seringsering nonton dan baca hal begituan, ingat sekolah kamu ya nak., pintaku menasehatinya, kali ini sebagai seorang ibu kepada anaknya, bukan sebagai seorang wanita yang telah diberikan kepuasan dan kenikmatan biologis dari seorang lelaki.
Iya Bu, tukas Dedi dengan sedikit kecewa.
hemh, balasku singkat sekedar mengiyakan perkataannya, dan menghiraukan kekecewaan pemuda ini.
Tapi Bu kalau Dedi ingin lagi gimana ?, celetuknya sambil meringis.
Nahhhh kan kamu sudah janji hanya sekali saja kan ?, balasku dengan mengingatkan perjanjian yang kami buat tadi.Tapi kalau kebelet gimana dong Bu , ujarnya lagi karena tak mau kalah begitu saja.Aku pun tersenyum dan mencium bibir mungilnya,
Ya sudahlah .. masalah itu nanti kita bicarakan lagi. ngomong ngomong sayang, apakah kamu merasa puas ?. tanyaku untuk mengalihkan topik pembicaraan kami.
Ya Bu . Dedi puas sekali, Ibu bagaimana?, balasnya sambil melontarkan pertanyaan yang sama kepadaku sembari tangannya dengan lembut membelai belai kepalaku yang kini tertidur lemas di atas badannya.
Hmmmmmm Ibu lebih dari itu sayang dan sulit Ibu ceritakan. jawabku sambil kepalaku tiduran di dada Dedi.

Kupemejamkan mataku dan memeluk erat tubuh Dedi. Kelamin kami masih menyatu, aku seolah tidak mau melepaskan tubuh anak ini, biarlah batang kontol anak ini berlamalama di liang memekku dan sepertinya batang kontol anak ini belum mengecil juga. Kamipun tertidur bersama, dalam pelukan kehangatan penuh birahi sehabis berpacu mengarungi lembah kenikmatan. Entah Jam berapa kami tertidur dengan mimpi indah kami berdua.

Di atas loteng aku dari awal sampai akhir menyaksikan adegan panas antara istriku dan Dedi, sahabat anakku Rio, yang berbeda usia sangat jauh 31 dan 13 tahun. Sungguh tidak masuk dalam akal sehat. ABG di usia yang masih muda belia sudah mengetahui perilaku seks. Bahkan istriku saja dibuatnya buta segalagalanya, dunia terkadang memang aneh. Entah apa yang terjadi selanjutnya antara istriku dan anak itu. Dari apa yang dibicarakan mereka berdua, sepertinya akan ada kelanjutan lagi. Akhirnya aku hanya menghela nafas panjang lantas berbaring di atas loteng dan akupun tertidur dengan batang kemaluanku masih mengeras.

Related Post