Cerita Panas

Carita Nu Abdi Moal Hilap

Pagi hari telah datang seperti biasa aku terbangun gara-gara alaram jam wekerku yang berbunyi River single yang dirilis kira-kira pada tahun 2013 itu sengaja kusetel agar bisa mengingat oshi pertamaku kalo ndak salah sih seingat aku Melody atau Veranda gitu saking lamanya dan sampai sekarang aku masih djomblo alias sendiri, kata temanku “bro, kita semua nih udah punya pacar masa kamu belum?, ah loe mah udah terlalu lama sendiri, tapi mau sampai kapan bro?” lalu ku pikir “iya ya umur gua udah tua, tapi masa bodo ah itu bisa di pikirkan ntar-ntar aja”

Gua Georgio Adam panggil aja Gio ya aku kelahiran Purbalingga tiga ppuluh tahun yang lalu tepatnya di provinsi Jawa Barat dan kini sudah sekitar tujuh tahunan aku berada di Jakarta dan berprofesi sebagai pegawai cafe di salah satu mall sebut saja FX, disana aku berjualan minuman berbahan dasar teh yang bisa di mix berbagai rasa
kemudian setelah bangun dari tempat tidurku tidak lupa untuk mematikan alaramnya bukan?

Setelah itu ku buka galeriku yang menyimpan foto-foto seorang wanita dan kuharap bisa jadi kekasih hatiku sepenuhnya milkik ku yang hanya karyawan di sebuah gerai mall di FX bernama Gio ini. kupandangi sebentar satu persatu betapa cantiknya gadis ini andai saja dia benar-benar milikku aku janji pada diriku agar bisa terus menjaga dirinya debgan sepenuh hati

Lalu selang beberapa menit kemudian aku bergegas menuju kamar mandi dan tidak lupa mengambil handuk untuk persiapan menuju ke kantor kerja aku, “ha kantor? lha wong inyong cuman kerja di cafe malah bilangnya ngantor kepriben kie mas-mas” itulah yang terpikir olehku, lalu setelah selesai mandi dan berpakaian ku bukalah hp memandangi kembali gadis yang cantiknya mengalahkan cewek-cewek di seluruh penjuru kota ini

Ya dia adalah Shani Indira Natio entah sejak kapan aku mengidolakan gadis ini yang jelas begitu banyak fotonya berada di hanponku sambil memandangi fotonya aku mulai membersihkan gigiku agar para customer tidak jadi membeli teh yang kuracik hanya gara-gara bau mulut yang wanginya luar biasa wanginya hahaha, Dan setelah selesai semuanya kini aku siap untuk berangkat menuju FX dengan menggunakan sepeda yang sangat bagus menurutku sih hahaha

Kupacu kendaraan menuju mall FX dan sesampainya disana seperti biasanya membuka cafe dan memulai bersiap-siap untuk jualan secangkir teh, haripun berjalan dengan cepat atau mungkin waktunya berjalan dengan begitu cepatnya sampai tidak kukira hari sudah berapa gelas yang ku jual untuk hari ini sehingga tiba waktunya untuk beristirahat sebentar dan untuk memulihkan tenaga dan kembali menyeduhkan segelas teh untuk para pelanggan yang bersedia menukarkannya dengan uang

Selang beberapa menit kemudian datanglah seorang gadis hendak membeli segelas teh “mas teh yang rasa ini ya satu” tuturnya “yang mana mbak” tanyaku “yang ini lho mas, yang rasa coklat” katanya “iya mbak” balasku sambil meracik teh ku tanyakan lagi padanya “esnya sedikit atau banyak mbak?” “eh sedikit saja mas” balasnya “baik mbak” lalu kuserahkanlah minuman itu padanya dan tanpa kuduga duga dia adalah Shani cewek yang setiap bangun tidur selalu kupandangi dan tanpa ku aba-aba berbukalah mulutku seperti orang bloon

“Jadinya berapa mas?” tanyanya mulutku hanya bisa terbuka melihat di depan mataku nampak idolaku yang selama ini hanya bisa kulihat lewat handpon saja, dan kini benar-benar berdiri di hadapanku, “mas ini harganya berapa?” tanyanya lagi “woooiiii bro di tanyakin tuh” Sandi berusaha menyadarkanku

“Oh maaf ini jadinya lima belas ribu” jawabku “ini uannya mas” dia mnyodorkan tangannya untuk membayar lalu “ini mbak kembaliannya” balasku “oiii bro lepasin kali tangannya” Sandi bersaha menyadarkanku kembali, “eeehh sekali lagi maaf ya mbak” pintaku, “iya ndak papa, makasih ya mas”sahutnya “iya mbak cantik sama-sama” balasku, Sandi hanya bisa berkata “huuu gombalmu kiyu bro bro” dan aku hanya bisa tertawa saja.

Related Post