Cerita dewasa ini adalah salah suatu pengalaman nyata dari warna warni kehidupan ini.  Nafsu sex telah membutakan segalanya, nafsu sex telah menghilangkan akal sehatku, sehingga muncul cerita dewasa yang ga pantas ini. Sebelum aku menceritakan cerita sex dewasa ini, perkenalkan dulu namaku Roy, umur 32 tahun. Menikah, punya 2 anak dengan istri yang sangat cantik....

Peristiwa ini terjadi ketika aku dengan 2 temanku, Yeni dan Ana, menemani 3 orang tamu. Yeni-lah yang mengajak aku dan Ana untuk menemaninya melayani ketiga tamunya, masing masing berpasangan. Setelah ngobrol sejenak di kamar hotel, kami ber-enam dengan 2 taxi menuju Club Deluxe di bilangan Tunjungan,...

Meski sambil memendam kekesalan karena kalah, aku tetap melanjutkan kulumanku pada Tomi hanya untuk menyenangkan hatinya, namun hingga beberapa menit kemudian, tak terlihat ada tanda tanda menuju puncak, akhirnya aku menyerah dan menghentikan kulumanku, untungnya dia nggak marah. "Nggak apa, kita lanjutkan nanti di hotel" katanya...

Siraman air hangat mengiringi kocokan Yudi padaku, semakin lama semakin cepat dan semakin keras pula desahanku, remasan Yudi dan Ana semakin liar menggerayangi buah dadaku. Hentakan demi hentakan keras menerjangku, semakin aku mendesah liar dalam nikmat. "Ih kamu berisik juga ya" komentar Ana karena baru pertama...

Kuambil HP-ku dan kuhubungi Yeni, tapi HP-nya nggak aktif. "Kurang ajar" teriak batinku. "Aku tahu kamu kaget dan nggak suka tapi Yeni bilang kamu nggak akan bisa menolak, makanya aku bayar 3 kali lipat dari biasanya" lanjutnya dengan wajah menyeringai seperti srigala lapar hendak menerkam mangsa yang...

Untuk kesekian kalinya desah dan jeritan nikmat menggema memenuhi kamar, kami berpacu menuju puncak birahi yang tak terlihat entah dimana, meja tempatku telentang bergoyang dengan hebatnya, sehebat gempuran penis JJ pada vaginaku, tangannya yang kekar dengan kasar meremas remas buah dadaku yang ikutan bergoyang. Tatapan matanya...

"Kok lama?" tanya JJ. "Ngantrinya yang lama" jawabku pendek sambil meneguk Coca Cola yang sudah tidak dingin lagi. "Gimana? Masih mau lagi? Kalo begini semalam bisa terima order lebih dari 5 kali nih, udah banyak yang menanyakan kamu tadi" kata JJ, tentu saja mereka semua tahu siapa...

"Udah cukup ah, kita pulang yuk" ajakku sekembali dari toilet. "Ly, terserah kamu mau nggak, ada anaknya cakep masih muda lagi, aku yakin kamu pasti menyukainya, kali ini terserah kamu deh" tawarnya. "Udah ah, capek nih" tolakku, perasaan dari tadi juga terserah aku, tapi aku memang nggak...

Bunyi telepon membangunkanku, JJ masih terlelap dengan dengkurnya yang keras seperti Babi yang sedang digorok, kembali perasaan jijik menghampiri mengingat bahwa tubuh gendut dan jelek itu semalam telah menyetubuhiku habis habisan dan lebih memalukan lagi bahwa akupun bisa menggapai orgasme darinya meskipun dengan caraku sendiri. "Hei...