cerita panas

Ngintip ABG Ngesex

Sebut saja namaku Agus, aku adalah seorang buruh pabrik . Pada pagi itu kebetulan sekali aku libur karena pada malam harinya aku masuk shift malam. Tepatnya jam 8 pagi aku sudah sampai dikosan. Badan rasanya pegal ddan mengantuk sekali, tapi entah mengapa sesampainya dikost aku tidak bisa tidur.

Karena aku bingung mau ngapain, maka akupun bermaksud pergi ke warung untuk membeli kopi dan rokok. Aku pergi ke warung berjalan kaki karena letaknya tidak begitu jauh dari kostsanku. Aku berjalan dengan mata yang lelah, ditengah perjalananku tiba-tiba saja telingaku seperti mendengar suara digang buntu samping jalan yang aku susuri.

Karena aku penasaran akupun segera menghentikan langkahku dan mencoba melihat dari samping gang yang hanya tertutup dengan seng. Aku mengintip dari lubang seng yang lubangnya kira-kira pas dengan satu mataku. Benar-benar rusak moral anak sekarang, pada pagi hari bukanya sekolah, eh malah sepasang anak SMA mesum digang buntu itu.

Awalnya sih mereka cuma mengobrol dibangku kayu yang ada digang itu, namun lama-lama gerak gerik mereka nampak akan melakukan perbuatan mesum. Sebut saja nama mereka Bagas dan Tuti. Bagas yang saat itu nampak celingak celinguk seolah memastikan keadaan digang itu aman atau tidak jika mereka mesum disitu.

Baca Juga: IBU MERTUAKU MEMILIKI VAGINA YANG ENAK SEKALI KETIKA KUENTOT

Setelah beberapa saat melihat sekitar, nampaknya dia memastikan situasi digang itu aman untuk melakukan hal mesum,”

“ Aman Beb, sepi banget digang ini, ” ucap Bagas kepada Tuti.

“ Iya Beb, kayaknya sih begitu, ” ucap si Tuti.

Tanpa basa-basi Tuti dan Bagas-pun memulai aksi mesumnya digang buntu itu. Nampaknya mereka tidak sadar kalau ada aku yang sedang menyaksikan aksi mereka, hha. Dasar anak SMA nggak punya moral, mesumnya dimana aja, hha. Si Bagas saat itu langsung saja meraih tubuh Tuti untuk dihadapkan kearah tubuhnya.

Posisi mereka saat itu duduk berdampingan disebuah kursi kayu panjang. Tanpa banyak kata juga Tuti menuruti kemauan si Bagas. Dengan penuh gairah merekapun langsung berpangutan layaknya seorang pasangan suami istri. Dengan gaya sex yang amatir mereka berciuman dengan lembutnya. Bibir mereka secara bergantian saling melumat.

Wah bergairah sekali nampanya mereka saat itu. Setelah melakukan hal itu Bagas dan Tuti pun segera berciuman dengan mesranya. Dengan penuh gairah bibir mereka saling melumat. Desahan-desahan manja dari Tuti keluar dengan perlahan,

“ Eummmmm… Bebs…. Euhhhh… Eummmm…, ” desah Tuti.

Nampak mata mereka merem melek dengan diiringi desahan-desahan manja dari Tuti. Sebagai lelaki normal tentunya aku ikut Horny dong Guest. Melihat sepasang ABG yang berbuat mesum seperti itu si otong (penis) bangun, hha. Bagas dan Tuti nampak tenang sekali melakukan hal mesum digang itu. Aku terus mengamati gerakan demi gerakan yang mereka lakukan dari lubang kecil. Sembari terus berciuman Bagas mulai mengarahkan tanganya kearah payudara Tuti lalu diremasnya dengan gemas,

“ Ouhhhhh Bebs, Ssssshhhhhh…., ” desah Tuti pelan.

Bagas meremas payudara Tuti dengan terus menciumi bibir Tuti dengan penuh nafsu. Tuti yang sudah nampak terbelenggu dengan perlakuan mesum Bagas, diapun mulai mengarahkan tanganya pada kejantanan Bagas. Diremasnya penis Bagas dengan gemasnya dari luar celana seragam SMA Bagas.

Mereka berdua nampak sudah sering sekali berbuat mesum, dilihat dari gayanya bercinta mereka nampak sudah berpengalaman sekali. Tuti terus meremasi penis Bagas sembari menikmati remasan tangan Bagas pada payudaranya yang lumayan montok. Satu persatu mulai dilepaslah kancing seragam sma Tuti oleh Bagas.

Setelah beberapa kancing sudah terlepas, tangan Bagaspun bergegas masuk kedalam seragam Tuti. Tanganya diarahkan kepunggung Tuti dan dilepaslah pengait BH milik Tuti. Hal itu dilakukan sambil terus berciuman. Tuti nampak menurut dengan perlakuan Bagas, BHnya mengendor dan tangan Bagas-pun mulai meremas payudara Tuti.

Ciuman mereka sejenak berhenti,

“ Uhhhhhhhhhhh… enak Bebs… remas terus, mainin putting aku Bebs… Ahhhh…, ” desah Tuti nampak menikmati remasan Bagas.

“ Iya Bebs, bukain celana aku dong Bebs, kocokin Titit aku yah, ” pinta Bagas sembari meremas payudara Tuti.

“ Iya Bebs… Uhhhhhhhhh…, ” jawab Tuti singkat.

Tuti-pun segera melepas kancing dan membuka resleting Bagas. Diangkatlah pantat Bagas sedikit keatas, lalu diperosotkanlah celana dalam dan celana seragam Bagas sampai atas lutut. Nampak Penis Bagas sudah tegak berdiri dengan kerasnya. Jembut yang cukup lebat menghiasi penis Bagas yang sudah tegang maksimal.

Tanpa ragu-ragu Tuti segera membasahi tanganya dengan ludahnya lalu dikocoklah penis Bagas dengan lembutnya. Penis Bagas dikocok naik turun dengan genggaman jari lentik Tuti,

“ Enak Bebs, terus kocok kayak gitu, Ouhhh,… enak Bebs.. Ahhhh…, ” desah Bagas.

“ Iya Bebs, remasan kamu juga enak, Ouhhhh… ” jawab Tuti.

Setelah sedikit berbincang mereka kembali berciuman sembari terus melakukan rangsangan pada lawan jenisnya. Tuti terus mengocok penis Bagas dan Bagas meremasi payudara Tuti dengan penuh gairah sex. Kocokan Tuti yang awalnya pelan lama-lama semakin cepat, begitu pula Bagas memperlakukan Tuti.

Merasakan kocokan Tuti yang semakin cepat diapun meremasi payudara Tuti dengan lebih liar. Diremasnya dengan keras dan sesekali putting Tuti dipelintir oleh Bagas,

“ Aowww.. Euhhhh… geli Bebs… Ouhhh… Ssssshhh.., ” desah Tuti.

Bagas yang enggan menjawab diapun kembali menciumi melumat bibir Tuti agar tidak berisik karena Tuti selalu mendesah. Secara terus menerus mereka melakukan hal yang tidak senonoh digang buntu itu. Kalau nafsu sudah melanda, begitulah jadinya, mesum disembarangan tempat. Nafas mereka nampak memburu diiringi desahan-desahan Tuti yang tertahan.

“ Euhhh… Sssssshhhh,… Eummmm… Ssshhhh…, ” desah Tuti tertahan karena bibir Bagas terus melumat bibirnya.

Tuti nampak sudah bergairah sekali, kocokan tanganya pada penis Bagas semakin liar saja. Tanganya dengan lihaynya naik turun mengocok penis Bagas. Puas dengan meremas payudara Tuti, Bagas berkata,

“ Bebs, lepas celana dalam kamu dongm aku pingin mainin memek kamu nih, ” pinta Bagasdengan wajah mesumnya.

Tanpa banyak bicara Tuti-pun segera melepas genggamanya dari penis Bagas lalu dia melepas celana dalamnya dan dimasukan ketas sekolahnya. Tanpa basa-basi Bagas-pun segera memasukan tanganya kedalam rok Tuti. Rok Tuti disingkapkan keatas oleh Bagas sehingga terlihatlah Vagina Tuti yang nampak gembul dengan sedikit bulu kemaluan.

Wah menggemaskan juga yah vagina anak SMA gilak ikutan sangek nih gue. Bagas sekilas nampak memperhatikan Vagina Tuti semabri berkata,

“ Bebs, memek kamu semakin hari semakin gemesin aja yah, titik aku nggak tah nih, Hihihi…, ” ucapnya menggoda si Tuti.

“ Ihhhh, jagan dilihatin terus ih, malu tau…, ” ucapnya dengan muka yang memerah.

“ Hehehe… yaudah deh aku jilati aja deh, maukan ??, ” ucap Bagas.

“ Maukkk…, ” ucapnya manja.

Tanpa membuang waktu Bagas langsung memposisikan tubuhnya didepan vagina Tuti, Dia jongkok didepan Tuti yang sedang duduk diatas kursi kayu. Dibelailah Vagina Tuti, kemudian dijilatilah memek Tuti dengan lidah Bagas,

“ Uhhhhhhhhhhh… Ssssshhhhh… Geli Bebs… Ouhhhh… enak Bebs…, ” desah Tuti perlahan.

Bagas dengan liarnya menjilati vagina Tuti dengan penuh nafsu. Tuti terus meracau kegelian sembari merem melek. Paha Tuti mengangkang lebar agar memudahkan Dadid menjilati vaginanya,

“ Terus, Ouhhhh… Sssshhh.. hisap itil aku Bebs.. Ahhh.. Ouhhh… Uhhhh…, ” racau Tuti.

Pinggang Tuti meliak liuk sering dijilatinya vaginanya oleh Bagas. Benar-benar hebat si bocah itu, seumuran dia sudah berpengalaman sekali melakuakan hal mesum seperti itu. Aku yang hanya bisa melihat sampai menelan ludah melihat kelakuan mereka. Tidak hanya menjilat Bagas saat itu juga mulai memainkan jarinya.

Jadi Bagas menjilat vagina dan memainkan clitoris Tuti dengan jarinya. Mendapat perlakuanyang seperti itu Tuti nampak tambah bringas saja, tubuhnya mengejang, matanya merem melek, mendesah dan kepalanya mendongak keatas. Sampai-sampai kepala Bagas juga ditahan oleh tangan Tuti agar jilatannya Bagas tidak terlepas dari vagina Tuti.

Sekitar beberapa menit Bagas memanjakan Vagina Tuti dengan gaya oral sexs-nya. Nampak vagina Tuti mulai basa dengan lendir kawinya. Tuti terus mendesah nikmat dengan nafasnya yang memburu,

“ Bebss… Udah Bebsss.. aku nggak tahan lagi, Ouhhhh… ayo cepetan kita ML Bebss.. Ahhh.., ” pinta Tuti.

Bagas yang nampak sudah puas juga menjilati vagina Tuti, dia segera menghentikan jilatan maut pada vagina Tuti,

“ Hahaha… memek kamu becek banget Bebss.. udah keluar banyak yah pejuh kamu, ” goda Bagas pada Tuti.

“ Ihhhh… apaaan sih, ” jawab Tuti nampak malu.

“ Kamu nungging gih, kita Ml pakai gaya doggie style ya Bebs.., ” pinta Bagas.

Tanpa menjawab Tuti langsung saja membungkukkan badannya dengan pantatnya yang membelakangi Bagas. Tanganya berpengangan pada kursi kayu dan pantatnya nampak menungging sehingga terlihat bulat dan kencang sekali pantat Tuti dimataku. Bagas yang enggan membuang waktu langsung saja penisnya diarahkan pada vagina Tuti.

Dibasahilah penisnya dengan ludahnya sebagai pelumas agar mudah ketika penisnya menembus vagina Tuti. Sesudah itu, Bagas-pun langgsung mengarahkan penisnya pada vagina Tuti. Kakinya sedikit menekuk, lalu dimasukanlah torpedo yag sudah ereksi itu pada vagina Tuti,

“ Blessssssssssssssssssssssssssssssssss…., Ahhhhhhh…., ” desah mereka hampir bersamaan.

“ Memek kamu masih sempit banget ya Bebs.. enak banget.. Ahhhh.., ” ucap Bagas.

“ He, eummmm bebs, ayo sodok memek aku Bebs… Ssssshhh…, ” ucap Tuti nampak tak sabar merasakan tusukan penis Bagas.

Tanpa banyak dialog lagi, Bagaspun mulai menggoyangkan pinggunlnya maju mundur. Seirimg pinggul yang maju mundur penis Bagas menjajah liang vagina Tuti. Tangan Berpegangan pada panta Tuti, dan koyaklah vagina Tuti dengan penuh nafsu,

“ Uhhhhhh… Ssssshhhh… Ahhhh… Ouhhhh… Bebsss… Shit… Ouhhh…, ” racau Tuti mulai liar.

“ Ouhhh… Sssssshhh… tambah enak Bebs memek kamu, makin keset… Ahhhh…, ” ucap Bagas dengan terus meyodok vagina Tuti dengan liarnya.

Dengan semi doggy style Bagas menusuk tanpa ampun memek Tuti. Pantatnya maju mundur seiring penisnya yang keluar masuk dari vagina Tuti. Suara kecipak kecipik khas dari hubungan sex menghiasi persetubuhan mereka. Mereka berdua nampak tenang sekali melakuakan perbuatan mesum di gang buntu itu.

Sudah hampir setengah jam aku melihat mereka berzinah. Bagas lumayan kuat juga yah ngentotnya. Kedua pasangan remaja SMA it uterus melakuakn persetubuhan tanpa rasa canggung sedikitpun. Genjotan demi genjotan penis Bagas terus menjajah vagina Tuti. Suara becek vagina Tuti bahkan sampai terdengar jelas ditelingaku saat itu.

Setelah beberapa waktu mereka bercinta dengan gaya doggy style nampak Bagas akan mendapatkan klimaksnya. Genjotan penisnya semakin cepat dan tidak lama setelah itu, dicabutlah penisnya dari liang senggama Tuti,

“ Bebs cepetan kamu balikan badan kamu, aku mau keluarin dimulut kamu nih, Ouhhh.., ” ucap Bagas sembari mengocok penisnya.

Tanpa banyak kata Tutipun jonglok dibawah Bagas, setelah itu lalu Tuti meraih penis Bagas dan dikulumnya dengan lahapnya. Kuluman Tuti benar-benar hebat, batang penis Bagas dikulum dengan kuat bahkan penis Bagas diamasukan hingga pangkalnya. Sekitar 1 menit dikulum kaki Bagas berjinjit dengan tubuhnya yang mengejang,

“ Ahhhhhhh… Crutttttttttttt… Crutttttttttttt… Crutttttttttttt… Crutttttttttttt…, ”

“ Ouhhhhhhhhhhhhhh… Sssssssshhhh… telan pejuh aku Bebs… Ahhhhh, ” ucap Bagas.

Ucapan Bagas menandakan dia sudah menyemburkan spermanya didalam mulut Tuti. Saat itu Tutipun menelan habis sperma Bagas. Aku tahu karena memang tidak ada sedikitpun sperma yang tercecer dari mulut Tuti,

“ Nyammmm… Lezat banget pejuh kamu Bebs… Ouhhhh.., ” ucap Tuti nampak puas menelan sperma Bagas.

“ Iya bebs… lalin kali kita ML lagi yah disini, enak banget aman disini,hhe.., ” ucap Bagas ketagihan.

“ Huuuu… dasar nggak modal, di hotel dong sekali-kali, ” ucap Tuti mengerutu.

“ Hahaha… iya deh nanti aku kumpulin uang dulu yah buwat kita kehotel, ” ucap Bagas.

Setelah mereka puas berzinah digang buntu itu, merekapun segera membenahkan celananya kembali. Setelah selesai mereka segera pergi dari tempat itu dengan wajah penuh kepuasan. Dasar bocah kalau ngentot nggk tau tempat, hha. Tapi lumayanlah saat itu aku mendapat tontonan bokep gratis dipagi hari.

Karena bokep amatir sudah selesai, akupun segera kewarung membeli rokok dan kopi untuk teman santai dikosan. Selesai membeli rokok diwarung akupun kembali kekosant. Sesampinya di kost aku segera mandi sembari onani karena aku jomblo alias tidak punya pelampiasan. Demikian cerita ngintip anak sma ngentot digang buntu.

Related Post